Pemuda Tanjung Redeb Belajar Kakao, Urban Farming Jadi Harapan Ekonomi Baru Berau

Sabtu, 9 Mei 2026

Tanjung Redeb – Sebanyak 17 anggota Karang Taruna Tanjung Redeb mengikuti pelatihan budidaya tanaman kakao di Kebun Percontohan Samburakat binaan PT Berau Coal, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan urban farming yang tengah digalakkan Kecamatan Tanjung Redeb melalui pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah di belakang kantor camat.

Pelatihan diberikan untuk meningkatkan pemahaman teknis para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang nonpertanian. Meski demikian, semangat belajar para pemuda terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik dan diskusi budidaya kakao.

Sebelumnya, PT Berau Coal telah memberikan dukungan berupa 180 bibit kakao bersertifikasi, kompos, insektisida Decis, tanaman penaung berupa durian, hingga tanaman hortikultura seperti jagung pipil dan jagung manis untuk mendukung pengembangan kawasan urban farming tersebut.

Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapannya, teman-teman Karang Taruna bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan terkait budidaya kakao,” ujarnya.

Menurut Reza, pengembangan kakao di Kabupaten Berau memiliki prospek besar sebagai salah satu potensi ekonomi masa depan daerah. Karena itu, pihaknya terus mendorong agar pengembangan kakao dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Tujuan kami adalah bagaimana pengembangan kakao ini bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, sehingga ke depan kakao dapat berkembang dan menjadi salah satu potensi ekonomi masa depan Kabupaten Berau,” tambahnya.

Mewakili Camat Tanjung Redeb, Ketua LPM sekaligus Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanjung Redeb, Daud Yusuf, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Berau Coal dalam pengembangan urban farming dan budidaya kakao.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan fasilitas kunjungan sekaligus kesempatan belajar di kebun percontohan binaan Berau Coal ini,” ungkapnya.

Daud menjelaskan, bantuan 180 bibit kakao beserta sarana pendukung lainnya sebelumnya telah diterima Karang Taruna Tanjung Redeb. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis membuat pengelolaan tanaman belum maksimal.

“Kondisi kakao kami saat ini hidup, namun karena keterbatasan pengetahuan, kami merasa pengelolaannya belum optimal. Kami berharap melalui kegiatan ini tanaman kakao yang kami kembangkan bisa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, salah seorang anggota Karang Taruna Tanjung Redeb, Irwan, menilai budidaya kakao cukup menarik dan potensial dikembangkan karena sejalan dengan komoditas unggulan Kabupaten Berau.

“Kami di sini memang tidak memiliki latar belakang pertanian dan masih dalam tahap belajar. Urban farming ini menjadi sarana bagi kami generasi muda untuk belajar budidaya kakao,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan para pemuda dapat mengembangkan kebun kakao mandiri sekaligus mengajak generasi muda lainnya untuk ikut belajar dan menekuni budidaya kakao.

Penulis : Fery Setiawan

Share Link: