Tinjau Program PPM, Ketua DPRD Berau Apresiasi Kontribusi PT Berau Coal bagi Ekonomi dan Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, bersama jajaran anggota dewan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung implementasi program perusahaan di sektor ekonomi hingga pendidikan yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat.

Dalam tinjauannya, rombongan menyambangi Kebun Kakao di Kampung Samburakat, Pabrik Berau Cocoa, Politeknik Sinar Mas Berau Coal, serta Rumah Kemas Batiwakkal.

Dedy Okto Nooryanto memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen PT Berau Coal, khususnya dalam pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor perkebunan kakao, serta penyediaan fasilitas pendidikan vokasi.

“Program PPM-nya sangat bagus. Pengembangan produk UMKM dan perkebunan kakao dengan bibit unggul ini hasilnya sangat menarik. Begitu pula dengan Politeknik Sinar Mas Berau Coal yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas,” ujar Dedy.

Ia berharap, manfaat program tersebut tidak hanya terbatas pada wilayah lingkar tambang, tetapi dapat menjangkau masyarakat Kabupaten Berau secara lebih luas. “Dukungan ini diharapkan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang masif bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager Operational Support & Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menjelaskan bahwa sektor perkebunan kakao menjadi fokus utama PPM perusahaan guna mendukung visi Pemerintah Kabupaten Berau dalam mempersiapkan ekonomi pascatambang.

“Kami fokus pada sektor perkebunan karena potensinya sangat besar. Hingga saat ini, kami telah mendampingi pengembangan 788 hektare kebun kakao baru serta merehabilitasi 150 hektare kebun lama di wilayah Suaran, Merasa, dan Kelay. Secara keseluruhan, ada sekitar 1.400 petani yang kami dampingi,” terang Cahyo.

Keberhasilan program ini juga diakui oleh Hamka, salah satu petani dampingan. Menurutnya, PT Berau Coal memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari *Sekolah Lapang* terkait teknik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), penyediaan kompos, hingga bantuan bibit.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pelepasan lima ton biji kakao fermentasi hasil panen petani dampingan. Biji kakao tersebut dikirim ke PT Wahana Interfood untuk diolah menjadi produk cokelat bernilai tinggi.

Cocoa Trading Section Head Berau Cocoa, M. Issaef Sabana, menjelaskan bahwa biji kakao dari petani dibeli dalam kondisi basah, kemudian melalui proses fermentasi, pengeringan, hingga grading (penyortiran) di fasilitas pengolahan Berau Cocoa sebelum dipasarkan.

Melalui sinergi ini, DPRD Kabupaten Berau berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT Berau Coal terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di Bumi Batiwakkal. (Adv)

Penulis : Fery Setiawan

Share Link: