TANJUNG REDEB — Ancaman musim kemarau tahun ini memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian di Kabupaten Berau. Sedikitnya 80 petani di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan lumbung padi andalan daerah, harus mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Menanggapi krisis yang meresahkan para petani tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa puluhan petani di wilayah sentra beras itu terdampak langsung oleh cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.
“Berdasarkan laporan dan pendataan yang masuk, sekira 80 petani di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, mengalami gagal panen akibat dampak kemarau tahun ini,” ujar Tenteram saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Tenteram menjelaskan, sebelum mengambil langkah intervensi lanjutan, pihaknya telah mengerahkan tim ke lapangan guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Langkah verifikasi faktual ini dilakukan agar penanganan dan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran kepada para petani yang benar-benar merugi.
“Sebelumnya, kami dari Dinas Pangan telah melakukan verifikasi langsung ke lapangan terkait informasi gagal panen tersebut untuk menghitung tingkat kerugian serta validasi data petani yang terdampak,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat, Dinas Pangan Berau saat ini tengah mematangkan persiapan penyaluran sejumlah bantuan darurat. Bantuan ini difokuskan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga petani yang kehilangan sumber pendapatan utamanya musim ini.
“Saat ini, kami tengah menyiapkan sejumlah bantuan untuk para petani tersebut agar dapur mereka tetap ngebul dan meringankan beban ekonomi mereka,” kata Tenteram.
Sebagai langkah taktis jangka pendek, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah siap menggelontorkan cadangan pangan yang dikelola oleh instansinya. Alokasi cadangan pangan ini nantinya akan didistribusikan langsung kepada para petani di Kampung Semurut yang mengalami puso atau gagal panen.
“Kami menyebut akan mengeluarkan cadangan pangan milik pemerintah untuk dialokasikan ke petani yang terdampak musibah kekeringan ini,” pungkasnya.
Penulis : Saleh











