TANJUNG REDEB – Kasus pencurian telur penyu di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangalaki dan Suaka Margasatwa Pulau Semama, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaporkan masih kerap terjadi dan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pengawas.
Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Pulau Semama dan Pulau Sangalaki, Arsyat Hatta, mengungkapkan bahwa para pelaku pencurian umumnya bergerak lebih cepat dibanding petugas di lapangan, terutama saat memasuki musim kawin penyu.
“Kami kerap kali hanya mendapati bekas sarang penyu, sementara telurnya sudah hilang diambil pencuri,” ujar Arsyat saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Kendati demikian, Arsyat mencatat sempat ada tren penurunan kasus dalam dua bulan terakhir. Hal tersebut tidak lepas dari langkah tegas penegak hukum, di mana Polres Berau belum lama ini berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus pencurian telur penyu di wilayah tersebut.
Berdasarkan temuan di lapangan, Arsyat menyebutkan bahwa mayoritas pelaku pencurian merupakan warga lokal yang bermukim di sekitar Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Dari hasil penelusuran petugas, tidak sedikit dari hasil curian tersebut yang dijual hingga ke luar daerah, salah satunya ke Pulau Bali.
Pihak KSDA Berau terus meningkatkan pengawasan di kawasan konservasi tersebut untuk menekan angka pencurian dan melindungi populasi penyu yang menjadi salah satu ikon pariwisata bahari andalan Kabupaten Berau.
Penulis : Saleh










