BAHAYA! Kualitas Udara di Berau Memburuk Akibat Lonjakan PM2,5 dan PM10

Minggu, 20 September 2026

TANJUNG REDEB — Kondisi kualitas udara di Kabupaten Berau belakangan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan kadar polutan partikulat udara berukuran halus, yakni PM2,5 dan PM10, yang kini mulai berdampak langsung terhadap kesehatan lingkungan.

Bahkan, dari hasil pengecekan kualitas udara di dalam ruangan (indoor) yang dilakukan oleh sejumlah Puskesmas di Kabupaten Berau, tingkat polusi udara tercatat telah mencapai kategori membahayakan atau tidak sehat bagi pernapasan manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Rahmawati. Ia menyatakan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat mengingat dampaknya yang dapat memicu gangguan kesehatan akut, terutama bagi kelompok rentan.

Peningkatan parameter PM2,5 (partikel debu berukuran sangat halus kurang dari 2,5 mikron) dan PM10 sangat berbahaya karena partikel tersebut dapat dengan mudah lolos dari penyaringan bulu hidung dan masuk hingga ke dalam saluran pernapasan bagian bawah serta aliran darah.

Masuknya polutan ini ke dalam tubuh dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), memicu kekambuhan penyakit asma, serta menimbulkan gangguan kardiovaskular.

Mengingat kualitas udara di dalam ruangan saja sudah masuk dalam kategori tidak sehat, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi lingkungan sekitar, baik saat berada di dalam maupun di luar ruangan.

“Kewenangan kami melakukan pengukuran di dalam ruangan, kalau terkait data yang diluar ruangan itu kewenangan Dinas Lingkungan Hidup,” Katanya, belum lama ini.

Sebagai langkah antisipasi dini untuk mencegah timbulnya penyakit dampak buruk polusi udara, Rahmawati secara tegas mengimbau masyarakat agar senantiasa disiplin mengenakan masker setiap kali harus beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker yang rapat dan sesuai standar sangat dianjurkan untuk meminimalisasi paparan debu dan partikel berbahaya yang melayang di udara bebas.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau agar lebih berhati-hati dan menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar rumah demi melindungi kesehatan saluran pernapasan,” ujar Rahmawati.

Selain penggunaan masker, Dinkes Berau juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik yang terlalu berat di luar ruangan untuk sementara waktu, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan tubuh di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Penulis : Saleh

Share Link: