Kamis, 19 Februari 26 05:17 WITA

Tabalar Jadi Lumbung Padi Berau dengan Luas Lahan 387 Hektare

Rabu, 5 November 2025

TANJUNG REDEB – Sektor pertanian di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan signifikan, dengan Kecamatan Tabalar kini diakui sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di wilayah tersebut. Pengakuan ini tidak lepas dari luasan lahan dan produktivitas yang dihasilkan petani di Tabalar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi mengungkapkan, bahwa Tabalar kini menempati posisi penting sebagai pemasok utama kebutuhan beras di Berau.

Total luasan lahan pertanian padi di kecamatan ini mencapai 387 Hektare yang tersebar di beberapa kampung.

Dengan luasan lahan yang dikelola secara intensif tersebut, Tabalar mampu menyumbang kontribusi terbesar dalam produksi padi Berau. Berbagai varietas unggulan turut ditanam oleh para petani untuk memaksimalkan hasil panen. Varietas yang umum dibudidayakan antara lain Ciliwung, Agt 303, Mikongga, dan Inpari.

Varietas-varietas ini dikenal memiliki potensi hasil yang tinggi serta ketahanan terhadap kondisi iklim lokal.

Junaidi menekankan pentingnya peran Tabalar dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Upaya-upaya peningkatan produksi terus dilakukan, baik melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian modern maupun pendampingan kepada kelompok tani.

Dalam pernyataannya, Junaidi menegaskan status strategis Kecamatan Tabalar.

“Saat ini Kecamatan Tabalar memang menjadi salah satu wilayah dengan produksi padi terbesar di Kabupaten Berau, dengan luasan lahan pertanian mencapai 387 Hektare. Secara nyata, Tabalar telah menjadi lumbung padi Berau,”ujar Junaidi, Kepala DTPHP Berau.

Penetapan Tabalar sebagai lumbung padi ini diharapkan dapat memacu semangat petani serta menarik investasi dan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam mengatasi tantangan seperti masalah irigasi dan regenerasi petani muda. (*)

Share Link: